Rohil, Liputan24.id - Stasiun Pengisian Bahanbakar Miyak (SPBU) batu Empat (BT.4) dijalan lintas kecamatan bangko, Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil) terkesan mati suri. Hal ini membuat pelayanan tidak maksimal yang dirasakan masyarakat.
"Tidak seharusnya SPBU milik pemda terkesan mati suri, pelayanan yang dirasakan oleh masyarakat tidak maksimal. "kata Ijul, kepada wartawan, Sabtu (14/03/2026) sekira pukul 21.34 wib dibagansiapiapi.
Sebagai seorang konsumen, ia mengaku kecewa dengan situasi tersebut. Ia datang dengan motor yang bensinnya hampir habis, namun harus pulang tanpa bisa mengisi.
Terpisah, dari informasi yang dirangkum kuat dugaan bahwa saat ini managemen SPBU BT.4 Bagansiapiapi sedang tidak baik- baik saja.
"Jangankan untuk membeli minyak, gaji kami saja sudah beberapa bulan ini tidak dibayarkan, ini mau lebaran THR pun tak nampak gambaran, "kata salah satu karyawan SPBU BT.4 Bagansiapiapi yang namanya tidak mau disebutkan.
Untuk diketahui SPBU BT.4 Bagansiapiapi ini merupakan unit usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) - PT.Sarana Pembangunan Rokan Hilir (SPRH) yang berdiri sejak tahun 2005 sampai saat ini.
Kinerja Dreksi BUMD Rohil Dipertanyakan
SUDAH hampir dua (2) bulan, Direksi dan Komisaris BUMD Rohil sejak diserahkan keputusan sekuler pada 26 Januari 2026, oleh Pemegang Saham, Bupati Rohil H.Bistamam, dipertanyakan kirnerjanya. Pasalnya, sampai saat ini diduga belum adanya perubahan terhadap pelayanan SPBU BT.4 Bagansiapiapi.
Secara umum konsumen berharap agar ada gebrakan perubahan yang dilakukan oleh direksi dan komisaris baru tersebut. Sebagaimana janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati Rohil, Bistamam - Jhony Charles, kondisi SPBU BT.4 Bagansiapiapi menjadi atensi. (Satria Oyon)
