4 Kiat Menjaga Pertumbuhan Bakteri Baik Dalam Saluran Cerna Anak

  • Whatsapp
4-Kiat-Menjaga-Pertumbuhan-Bakteri-Baik-Dalam-Saluran-Cerna-Anak
Foto dari Canva

Manusia memiliki bakteri baik dan buruk yang hidup dalam saluran pencernaan. Bakteri baik bermanfaat dalam mendukung sistem pencernaan yang lebih baik, mencegah risiko penyakit yang berkaitan dengan pencernaan serta bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh lebih optimal. Pada anak-anak yang masih kecil, pertumbuhan bakteri baik harus didukung dengan edukasi pola hidup sehat. Pasalnya, anak-anak masih belum memahami pentingnya menjaga hidup bersih dan sehat agar terhindar dari bakteri jahat yang tumbuh di dalam usus mereka.

Menjaga dan Memelihara Bakteri Baik

Bakteri baik atau disebut dengan probiotik hidup dalam saluran cerna, khususnya usus manusia. Anak-anak wajib memiliki bakteri baik dalam usus mereka guna meningkatkan kesehatan tubuh. Anak yang memiliki sistem pencernaan lebih optimal akan terhindar dari penyakit serta bisa tumbuh dan berkembang maksimal. Berikut beberapa cara untuk menjaga kelangsungan hidup bakteri yang memberikan manfaat kesehatan si kecil yaitu :

1. Memberikan asupan makan yang bernutrisi

Langkah pertama yang wajib Anda perhatikan untuk mendukung kesehatan anak adalah memberikan asupan makan yang bernutrisi. Populasi bakteri yang mendukung saluran cerna lebih optimal harus Anda jaga dengan memberikan nutrisi serat yang cukup. Rekomendasi makanan berserat tinggi yang bisa Anda berikan pada buah hati antara lain sayur, buah, biji-bijian, and susu tinggi serat.

2. Memberikan jenis makanan atau minuman kaya prebiotik

Ada banyak jenis makanan atau minuman yang mengandung prebiotik tinggi yaitu produk olahan susu, asinan kembang kol, tempe, acar, dan lain-lain. Anda juga bisa membeli produk minuman kaya probiotik di pasaran yang lebih praktis, tapi Anda harus melihat anjuran minum untuk anak-anak yang berusia dini.

3. Berikan kebebasan bermain di luar ruangan

Sebagian orang tua merasa ragu saat mengijinkan anak bermain di luar rumah karena alasan kotor atau kecemasan lainnya. Di era pandemi, Anda memang wajib membatasi kegiatan di luar ruangan, tetapi perhatikan cara mendukung aktivitas fisik anak di dalam rumah.

Berdasarkan studi yang dilakukan para ahli menunjukkan bahwa anak yang bermain di luar ruangan punya imunitas yang lebih baik dibandingkan anak yang hanya bermain di dalam rumah saja. Asal Anda tetap mengawasi dan menganjurkan anak menjaga kebersihan setelah bermain kotor di luar rumah, kenapa tidak? Anak akan lebih sehat dari segi fisik, psikis, perkembangan emosional, dan kecerdasan intelektual mereka.

4. Tidak minum antibiotik tanpa resep dokter

Hindari memberikan antibiotik pada anak saat menderita penyakit yang tidak disebabkan oleh bakteri. Pemberian antibiotik bisa membunuh bakteri baik dan bakteri jahat sekaligus sehingga tubuh anak malah rentan sakit. Bila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, anak-anak bisa mengalami masalah resistensi antibiotik yang berdampak pada kekebalan tubuh terhadap obat meningkat.

Dokter akan meresepkan antibiotik untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri, misalnya infeksi saluran cerna, infeksi saluran kemih, malaria, jerawat, dan lain-lain. Resep yang diberikan pun harus anak Anda habiskan dalam waktu singkat sesuai dengan anjuran. Bila antibiotik tidak habis, maka risiko resistensi antibiotik bisa lebih tinggi. Bisa saja anak mengalami sakit, tapi bakteri sudah beradaptasi dengan pemberian obat antibiotik tersebut.

Bila orang tua abai terhadap kebersihan dan kesehatan anak, maka risiko anak mengalami diare, infeksi lambung, asma, dan masalah saluran cerna lain sangat tinggi. Pastikan Anda membeli produk antibiotik di toko offline atau online berdasarkan resep dokter terpercaya, ya! Bakteri baik yang berlangsung hidup di saluran cerna lebih optimal akan mendukung sistem metabolisme anak lebih lancar, bukan?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *